BJ Haru & Eri Fin DinaShia

Story

view:  full / summary

Memories of Hompierz (Part III)

Posted by HaruRi at 10:49 AM on February 07, 2009 Comments comments (0)

"Adududududuh...." Eri meringis kesakitan. Dy dan Hawaii sempat jatuh karena adegan tabrakan yg bisa dibilang super dasyat tadi. Hawaii segera berdiri, "HEI, KALO BERDIRI JANGAN DI KORIDOR! GANGGU AJA!" Bentaknya kesal. Eri cuma bisa melongo karena kaget.

 

Di kejahuan, Areen berteriak, "HAWAIIIII!!!"

"Cih," Hawaii kembali berlari menuju tangga ke lantai selanjutnya tanpa memperdulikan Eri yang masih shock atas kejadian tadi. Sampai suara derap kaki mereka bertiga hilang, Eri masih diam. Belum beranjak dari tempatnya.Sampai akhirnya, seorang gadis mengulurkan tangannya, "Daijobu (ga' apa-apa)??" Ia bermaksud menolong Eri.

 

Eri mendongak ke arah gadis berambut kuning jeruk tersebut. Awalnya, dia tergagap. Namun akhirnya mengangguk. Disambutnya tangan gadis itu dan akhirnya dia berdiri.

 

"Kakak masih baru, ya, di sini??"

"I... Iya..."

 

Gadis berambut jeruk itu sempat tertawa kecil. sampai akhirnya, dia berkata, "Nggak usah kaku bgitu. Aku Fujiwara Minmy,"

"Eri Fin DinaShia," Sahut Eri.

 

"Ayuk (kakak dlm basa palembang), masih lama???" Terdengar suara lain dari belakang Minmy.

 

Minmy menoleh ke belakang, "I...IQBAL??!!! KENAPA KAMU ADA DI SINI???!!!!"

 

Eri melihat sosok di belakang Minmy dan ikutan kaget, "Co... cowok?!"

 

"Kamu ini gimana, sich?! Kan sudah kubilang, tunggu di bawah!!" Omel Minmy kepada cowok bernama Iqbal tersebut.

"Aku bosan,"

"Tapi, kalau sampai ketauan Mrs. Dor..."

 

Belum selesai Minmy bicara, Mrs. Dormitory alias Ibu Penjaga Asrama (entah tak ada yg tau nama aslinya), menaiki tangga seraya memanggil Minmy, "Fujiwara! Fujiwara!"

 

"Ga...gawat..." Minmy panik. Eri ikutan pucat pasi. Iqbal melongo dengan wajah tanpa dosa.

 

"Fujiwara, ada yang ingin Ibu tanyakan!!!"

 

"Aduuuuhhh.... gimana iniiiiiii....." Minmy kalang kabut.

 

Kali ini, Mrs. Dormitory sudah naik tangga, "Fujiwara, ada yg ingin Ibu tanyakan. Soal... eh...?" Wanita paruh baya itu, sebelum menyelesaikan kalimatnya sudah heran duluan. Karena Minmy dan Eri beriskap aneh. Mereka berdiri tegap a la tentara di depan pintu kamar Eri.

 

"Kenapa kamu berdiri seperti itu Fujiwara?" Tanya Mrs. Dormitory, "Dan anda, DinaShia kenapa ikutan bersikap seperti itu??"

 

Eri dan Minmy meringis, "Ng... Nggak ada apa-apa, Mrs," Mereka berharap Mrs Dormitory segera enyah dari hadapan mereka. Namun, rupanya, Mrs. Dormitory tidak begitu saja pergi, "Ada yang kalian sembunyikan??!!" Mrs. Dormitory membetulkan kacamata dan mendorong kedua gadis itu menjauh dari pintu. Mrs. Dormitory mulai memutar kenop pintunya.

 

Minmy dan Eri hanya bisa berteriak dalam hati, "TIDAAAAAAKKKK!!!!!!!"

 

Memories of Hompierz (part II)

Posted by HaruRi at 12:32 PM on January 09, 2009 Comments comments (3)

Spring, April 2008,

 

"Wow! Jadi gini, yah, aslinya Hompierz City!" Kata Eri terkagum-kagum melihat pemandangan Hompierz City di balik kaca bus.

"Gimana? Keren 'kan? Keren 'kan?" Sahut Mei yang ada di sebelahnya, "Coba kamu di sini dari dulu,"

 

Eri tersenyum aneh, "Habisnya, dulu ngurusnya ke sini susah, sich. Tiap nyoba pasti gagal,"

"Itu 'kan gara-gara kamu lupa tanda tangan Identity Cardnya," Ujar Mei telak.

 

Bus yang mereka tumpangi, melaju pelan melewati pekarangan Kazegami Gakuen yang luas. Beberapa menit kemudian, Bus berhenti di depan gedung asrama. Mei menghembuskan nafas cukup keras, "Hhhh.... inilah yang bikin aku malah keluar sekolah. Kalo balik, pegel semua!"

 

Eri menurunkan kopernya seraya tertawa kecil. Setelah meletakkan di koper di atas tanah, Eri melihat keadaan sekitarnya. Dalam Kazegami Gakuen jadi seperti universitas. Terbagi dalam 2 bagian, sekolah dan Asrama. Asrama dan sekolah jaraknya nggak bisa dibilang dekat. Namun lahan kosong dihiasi taman, dan Eri membayangkan, dia pasti enggan untuk melewatkan pemandangan seperti ini tiap pagi. Tanpa sadar, gadis itu senyum-senyum sendiri.

 

"Kamu napa, Ri?" Tanya Mei keheranan. Eri kembali mengangkat kopernya dan menuju Asrama Cewek, "Nggak ada apa-apa,"

 

"Ri?? Eri??? Ayo, dong, ada apa??!! Jangan bikin orang penasaran!" Kata Mei yang gemas dengan sikap Eri yang GeJe-nya luar biasa.

 

Sampai di lantai 4 (kamar Mei dan Eri), Mei menyerah untuk bertanya-tanya terus pada gadis itu, "Dasar kamu ini. Ya udah, capek kalo sama u terus. Aku mau ke kamar dulu, bye," Dengan gontai karena kecapean, Mei berjalan menuju kamarnya yang tak jauh dari kamar Eri.

 

Eri yang bari diberi kunci kamar, tampak asyik memain-mainkan kuci itu sesaat. Selang beberapa detik, dia baru memasukkan kuci itu ke lubang kunci kamarnya.

 

Baru saja dia membuka pintu, terdengar suara berisik menuju lantai 4. Dua orang gadis dengan semangat luar biasa, mengejar seseorang yang, Eri sendiri juga nggak tau, apakah dia cewek atawa cowok.

 

"HAWAIIII!!!! SINI LO!!! BALIKIIIN!" Jerit salah seorang gadis, kita sebut saja dia Areen. Temannya yang bernama Byla, tampak mengikuti dengan Aura Kuntilanak yang sangat mengerikan. Orang yang dikejarnya, yang tadi mereka panggil Hawaii, berlari tanpa melihat keadaan sekelilingnya. Sebentar dia menoleh ke belakang. Begitu menatap lurus ke depan, dia menyadari, beberapa meter lagi, dia akan menabrak Eri dan dia tidak sempat mengerem kakinya untuk berhenti.

 

"AWAS AWAS AWAAAAASSSS!!!!!!!!!" Teriak Hawaii. Eri yang kaget, cuma bisa diam dan bingung harus bereaksi seperti apa di saat mendadak seperti ini. Dan bencana yang tidak diinginkan-pun terjadi.

Memories of Hompierz (Part I)

Posted by HaruRi at 09:23 AM on January 03, 2009 Comments comments (2)

Cloud Airport tampak lebih ramai dari biasanya. Hari ini, secara serentak, murid-murid Kazegami Gakuen dipulangkan ke kota masing-masing.

Waktu menunjukkan pukul 09.00 a.m. Sebentar lagi, pesawat menuju Malang akan datang, membawa Eri dan Haru kembali ke kota asal mereka.

Haru menyandang tas ranselnya. Sedangkan Eri menutup kopernya yang ribet ditata ulang karena barangnya yang bejibun, dibantu oleh Minmy. “Thanx,” Kata Eri seraya mengelap peluhnya. Minmy hanya tersenyum.

Hawaii merenggangkan tubuhnya, kemudian menutup mulutnya yang menguap, “Hoaaaaammmm….. Ngantuk, nich. Semalam nggak bisa tidur,”

“Bukannya emang tiap malem lo nggak pernah tidur?” Tebak Kuzi yang sebenarnya, sama lelahnya dengan Hawaii.

Hawaii diam. Suasana di sekitar mereka jadi tampak melankolis. “Ini beda! Gw…” Para Hompierz tertegun menatap Hawaii. Dengan sikap lebay a la shoujo manga, Hawaii memeluk Kuzi dari belakang, “Gw ‘kan nggak bisa tidur gara2 mikirin hari iniiii~~~~”

Kuzi menepuk-nepuk tangan Hawaii, “Ini di Airpot, Waii!!! Airport!!”  Teriaknya dalam hati.

“Wah, wah, yang ditangisi Cuma Kuma-chan (baca: Kuzi) doang, nich,” Kata Eri dengan senyum manis dan cenderung sangaaaaaaaaat polos. Padahal, dalam hati, “Hooo… Kuma-chan mulu yah, Nee-san?! KUMA-CHAN MULU???!!!”

 

Hawaii berpindah memeluk Eri. Namun masih dengan sikap acting nangisnya, “Sapa bilang??!!! Gw juga nangisin Eri-chan en semuanya, koook,”

Namine, Hyou, Areen, dan Hompierz lainnya sepakat geleng2 kepala dengan kompak, “Bisa nangis juga, toh,”

 

“Iya…. Iya…” Eri dengan susah payah menenangkan Hawaii yang memeluknya terlalu kuat sampai gadis itu kehabisan napas dan kejang-kejang hamper sekarat.

Tiba-tibam terdengar suara yang mengungmumkan pesawat menuju Malang akan Take Off.

“Ri,” Panggil Haru.

“Ben… uhuk…. Bentaaaar…” Eri kejang-kejang, berusaha melepas cekikan Nee-san.

“Hawaii, Eri bisa-bisa bukan pergi ke Malang lagi. Ke Surga!!!” Jerit Minmy panic. Hawaii memandang Eri dan langsung melepasnya begitu sadar gadis itu wajahnya mulai memucat, “So…. Sorry~~~~!!!!”

“Uhuk…uhuk….” Eri batuk-batuk sambil memegang tenggorokannya. Tapi, gadis itu masih sempat tersenyum, “Hahahaha…. Dasar Nee-san ini. Ya. udah. Qta cabut dulu,”

“Jangan lupain kita-kita ya, kak,” Kata Amel.

“Hati-hati di jalan,” Kata Foolcoiuz.

“Kalo udah nyampe, sms yah!!” Kata Mei.

Eri sempat berbisik pada Hyou, “Sensei, Eri tetep mohon bantuannya, yah,”

Mendengar Hal itu, Hyou meringis, “Iya, iya,”

Setelah salaman dan banjir tangis, Eri dan Haru-pun berjalan menyusuri koridor menuju pesawat.

Baru setengah perjalanan, seorang gadis mendadak berlari mendekati mereka dengan panic, “Tungguuu~~~!!!! Jangan tinggalin akuuuuu~~!!!!”

“Hah?” Spontan, secara bersamaan, Haru dan Eri menoleh. Ternyata, gadis itu adalah Emochanz.

“Kalian jahat banget ninggalin aku!” Sungutnya. Eri dan Haru meringis. “Maaf, dech,” Ujar Haru. Sambil jalan, Haru dan Eri tertawa geli memandang Emochanz yang cemberut.

Eri menghela nafas seraya tersenyum tipis, “Sudah 8 bulan berlalu sejak aku menginjakkan kaki di kota ini,” Tanpa ia sadari, bersamaan dengan kakinya melangkah memasuki pesawat, pikirannya melayang menuju kenangan masa lalu.

 

* * *


Rss_feed